Hasil Riset Perusahaan Dalam Dunia Opensource – Studi Kasus

Untuk studi kasus ini saya ambil beberapa contoh:

  1. Twitter Bootstrap (Twitter)
  2. Bower (Twitter)
  3. HipHop (Facebook)
  4. Ruby On Rails (37Signals)
  5. YUI (Yahoo)
  6. Clojure (Google)
  7. GWT (Google)

Ada yang tidak kenal dengan perusahaan-perusahaan yang saya sebutkan di atas yaitu Twitter, Facebook, 37Signals, Google ? Apakah bisa kita sebut mereka sebagai perusahaan ‘gagal’ atau mungkin perusahaan ‘miskin’ ? Jawabannya adalah TIDAK! Mereka semua adalah perusahaan kaya raya (super kaya) malah.

Apakah mereka mengalami kerugian setelah mereka memberikan hasil riset perusahaan mereka ke komunitas ? Jawabannya TIDAK SAMA SEKALI! Justru nama perusahaan mereka menjadi bertambah ‘harum’ setelah mereka ‘membeberkan’ hasil karya mereka ke komunitas dan FREE!!

Mereka membantu menjaga ekosistem dalam dunia development.  Selain membuat sebuah produk yang berkualitas, mereka juga memikirkan ekosistem dalam dunia development juga.  Mereka ada niat baik untuk mengedukasi komunitas agar development dalam komunitas menjadi lebih maju.

Apa saja manfaatnya ?

  1. Nama perusahaan selalu saja disebut dimana-mana (promosi super gratis)
  2. Pihak developer internal perusahaan bangga ketika hasil karya mereka dipublikasikan dan ternyata bermanfaat oleh orang banyak
  3. Pihak perusahaan pun bisa dengan mudah menggandeng komunitas

Manfaat-manfaat inilah yang saya lihat dan pelajari dari dunia opensource luar, yang menurut saya 100% berbeda dari negara tercinta kita ini (Indonesia).  Kita bebas make seluruh lib dari luar tapi ketika produk kita sukses, kita simpan rapat-rapat seluruh rahasia itu di dalam instansi perusahaan, tanpa memberikan satu line pun kembali kepada komunitas, padahal siapa tahu hal itu bisa bermanfaat untuk orang banyak dan bisa mengedukasi programmer lain atau komunitas.

Selama ini saya melihat komunitas hanya dijadikan sebagai tempat untuk dikuras sumber dayanya oleh perusahaan-perusahaan, tanpa ada feedback lagi ke komunitas, oleh karena itu bagi saya wajar saja jika suatu saat perusahaan kesulitan menggandeng komunitas-komunitas tertentu di negara ini.

Belum lagi ditambah dengan ancaman-ancaman kalau hasil riset diklaim milik perusahaan, lalu programmer-programmer yang suka ngoprek sesuatu apa yang akan terjadi ? Perkembangan teknologi mandeg!! Jelas saja mandeg, la mo ngoprek takut kena sanksi. Budaya seperti inilah yang menghambat negara kita untuk maju dalam dunia software development.

~ Semoga mencerahkan dan bermanfaat

DISCLAIMER: TULISAN INI DIBUAT ATAS INISIATIF SENDIRI DAN MURNI PENDAPAT PRIBADI TANPA MENYUDUTKAN PIHAK-PIHAK TERTENTU SECARA SPESIFIK.

3 thoughts on “Hasil Riset Perusahaan Dalam Dunia Opensource – Studi Kasus

  1. Nugrahadi Wuri

    Project open source jg salah satu model bisnis. Pasti, ada keuntungan yg diharapkan perusahaan dari meng-opensource-kan hasil risetnya, yg paling umum “branding” kya yg ki sanak sebutkan No 1 & 3.

    “Apakah mereka mengalami kerugian setelah mereka memberikan hasil riset perusahaan mereka ke komunitas?”. Memang tidak (atau belum) rugi, klo rugi pasti project dipertimbangkan dibubarkan ato dicarikan host baru. Merawat kode & komunitas juga memerlukan sumberdaya.

    Jadi sejauh pengalaman saya, kenapa perusahaan susah meng-opensource krn tidak (atau belum) tahu manajemen & model bisnis utk memutar proyek opensource.

    Reply
    1. hiraq

      klo menurut saya sih bukan karena tidak/belum tau caranya, tapi lebih tepatnya karena tidak mau, kemampuan tergantung kemauan kan, dimana disitu ada kemauan pasti ada jalan :)

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>