Tulisan ini saya buat sebagai pengalaman dari apa yang saya alami sendiri selama arang melintang di dunia programming. Inilah quotenya :
Segala sesuatu yang tidak kelihatan maka tidak akan dihargai
Ya, kalimat quote di atas inilah yang akan saya bahas.
Di dunia yang kemajuan teknologi sangat cepat seperti sekarang ini, siapa yang tidak butuh coder ? Mo ngomong jungkir balik soal e-commerce dan social media, tapi kalau aplikasinya itu tidak ada, lalu mo untuk apa? Facebook, Twitter, Amazon, Google, apakah mereka bisa berdiri tanpa adanya source code ? Jawabannya tidak mungkin!
Lantas, siapa yang melihat source code ? Apakah user perlu untuk mengerti, memandang dan memahami source code ? Tidak! Ya, user memang tidak perlu melakukannya, hanya engineer,programmer atau coder lah yang melakukannya. Ya, memang yang namanya source code itu akan selalu dalam posisi yang ‘tidak kelihatan’, tetapi apakah lantas tidak perlu dihargai ?
Saya membeli buku biografi Steve Jobs, dan di buku itu, saya terkagum-kagum dengan pola pikir Steve Jobs yang mengatakan :
Walaupun sesuatu itu tidak kelihatan oleh orang lain (konsumen), bukan berarti sesuatu itu lantas diabaikan. Perhatikanlah sesuatu yang detail.
Di dalam buku biografi Steve Jobs itu, dikatakan bahkan peletakan komponen-komponen hardware dari produk-produk Apple, semuanya diatur sedemikian rupa, dan semuanya penting! Tidak ada yang tidak penting. Apa yang terjadi kemudian ? Ada yang berani mengatakan kualitas produk Apple jelek? buruk? mengecewakan? Tidak ada!
Saya tidak memaksa orang-orang awam untuk memahami dunia coding, tetapi saya mengajak agar mengertilah bahwa ada ‘sesuatu’ dibalik setiap aplikasi yang kalian pakai itu setiap harinya. Dan itu adalah source code! Baris kode yang ditulis untuk memberi sebuah ‘kehidupan’ kepada sebuah aplikasi. Hargailah source code tersebut, karena kenyataan di lapangan adalah, sama sekali tidak ada yang namanya penghargaan terhadap kualitas source code, pengerjaan atau apapun itu yang berada di balik layar.
Dunia di balik layar itu seakan-akan seperti sebuah dunia yang buruk, busuk, dan penuh dengan tempat sampah tidak perlu dipandang atau bahkan dilirik sedikit pun. Padahal kalian itu hidup dari dunia di’belakang’ layar tersebut. Facebook, Twitter aplikasi yang kalian pakai setiap harinya itu berdiri di dunia tersebut.
Yah, semoga tulisan ini bisa membuka mata seseorang…semoga!
Sabar
haha…iya kang, kayaknya cm ini satu2nya jalan, maturnuwun sudah berkunjung
Selaumada jalan menunaikan kebajikan
[...] terkait lainnya mungkin bisa membaca ini > http://tulisanhiraq.net/2012/04/01/nasib-source-code/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this [...]