Beribadah Dengan Menyakiti (Perasaan) Orang

Ada yang aneh dengan judul tulisan ini ? Kalau dibaca tulisan ini memang agak ‘aneh’, tetapi kalau kita melihat kenyataan di ‘lapangan’, ya…kayaknya sih sah-sah saja.

Apa hubungannya antara ibadah dengan menyakiti perasaan orang ? Sebenarnya tidak ada hubungannya, kalau sampai ada hubungannya, nah itu perlu ditanyakan, untuk apa dan bagaimana seseorang ibadah. Banyak orang pada jaman sekarang ini selalu mengatakan tentang sedekah, silahturahmi, dan lain-lain, tetapi pada saat bersamaan dia ‘beribadah’, dia juga menyakiti perasaan orang lain dengan cara mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain ? Apakah pantas?

Setiap hari ‘dia’ selalu berkata tentang sodaqoh, tetapi ketika dia berbicara dengan orang lain, selalu dengan bentakan, selalu dengan hinaan, selalu dengan sindiran yang semuanya menyakiti perasaan orang lain.

Setiap hari ‘dia’ selalu berkata tentang silahturahmi, tetapi sama kejadiannya seperti di atas.

Apakah itu semua pantas ? Kalau untuk saya pribadi, ketika kita berbicara dengan orang lain dan berusaha (minimal) untuk menjaga perasaan orang lain, maka itu juga bisa dikatakan (dikategorikan) sebagai ibadah! Tetapi mengapa ‘ibadah’ yang ‘satu’ ini jarang sekali ada orang yang ‘mendiskusikannya’ ? Tidak perlu?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: